Latest Updates

Cara Mudah Ternak dan Budidaya Kelinci Hasil Maksimal

Cara Mudah Ternak dan Budidaya Kelinci Hasil Maksimal -  Ternak Kelinci  . Kelinci merupakan salah satu hewan yang bila kita lihat sangat menggemaskan . sehingga banyak orang yang menyukai utuk memeliharanya . Namun disamping itu , kelinci juga memiliki nilai jual lainya yaitu dagingnya . Banyak menu makanan yang menjadikan daging kelinci sebagai bahan utamanya . Sehingga tak heran jika dipasaran permintaan akan adanya kelinci semakin meningkat .

Jika dilihat dari segi peluang usaha, bisns ternnak kelinci tergolong bisnis yang cukup menjanjikan . Untuk itu jika sobat ingin memulai bisnis ternak kelinci ini. Berikut info Cara Mudah Ternak dan Budidaya Kelinci Hasil Maksimal untuk sobat sekalian . 

Cara Mudah Ternak dan Budidaya Kelinci Hasil Maksimal

Penyedian Kandang Kelinci

  • Jika kita ingin memelihara atau beternak kelinci mulai dari anakan maka sebiknya kandang yang kita sediakan adalah kandang baterani yang diberi litter. Namun jika kita langsung membeli indukan, maka cukup dibangun kandang baterai saja. Ukuran box baterai kandang kelinci yang bisa digunakan untuk semua jenis kelinci 70 x 50 x 60 cm. (panjang x lebar x tinggi) ini bisa memuat 5 ekor. Namun jika kita ingin megembang biakkan maka dalam satu box kandang cukup diisi dengan sepasang.

Perawatan Bibit dan Calon Induk

  • Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena itu perawatan utama yang perlu perhatian adalah pemberian pakan yang cukup, pengaturan dan sanitasi kandang yang baik serta mencegah kandang dari gangguan luar.

Penyiapan Makanan Kelinci : 

  • Siapkan pakan atau makanan kelinci. Jika ingin praktis cukup membeli pelet dan ditambahkan dengan sedikit hijauan makanan ternak yang cocok untuk kelinci. Adapun beberapa hijauan yang cocok untuk makanan kelinci; leguminoseae (daun kacang-kacangan), sayuran (kangkung dan wortel), rumput unggul yang masih muda, daun ubi (baik umbi jalar maupun ketela). 

Pemberian Pakan : 

  • Jenis pakan yang diberikan meliputi hijauan meliputi rumput lapangan, rumput gajah, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat meliputi jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. Untuk memenuhi pakan ini perlu pakan tambahn berupa konsentrat yang dapat dibeli di toko pakan ternak.
  • Pakan dan minum diberikan dipagi hari sekitar pukul 10.00. Kelinci diberi pakan dedak yang dicampur sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput sedikit/secukupnya dan pukul 18.00 rumput diberikan dalam jumlah yang lebih banyak. Pemberian air minum perlu disediakan di kandang untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya.



Reproduksi dan Perkawinan :

  • Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5-6 bulan dan pada umur 7-8 bulan pada kelinci jantan. Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan dan mortalitas anak tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, sebaiknya kawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak. Waktu kawin pagi / sore hari di kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu keduanya dipisahkan lagi.

Pemeliharaan Kelinci

1) Sanitasi dan Tindakan Preventif

  • Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering agar tidak jadi sarang penyakit. Tempat yang lembab dan basah menyebabkan kelinci mudah pilek dan terserang penyakit kulit.


2) Pengontrolan Penyakit

  • Kelinci yang terserang penyakit umumnya punya gejala lesu, nafsu makan turun, suhu badan naik dan mata sayu. Bila kelinci menunjukkan hal ini segera dikarantinakan dan benda pencemar juga segera disingkirkan untuk mencegah wabah penyakit.

Proses Kelahiran ( Panen )

Setelah perkawinan kelinci akan mengalami kebuntingan selama 30-32 hari. Kebuntingan pada kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina. Pada hari ke 12-14  setelah perkawinan, bila terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi kebuntingan. Lima hari menjelang kelahiran kita masukkan kotak untuk tempat beranak nanti ke dalam kandang untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan cara merontokkan bulunya. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari dengan kondisi anak lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariasi sekitar 6-10 ekor.


Demikian inormasi seputar dunia ternak yang kali in membahas mengenai Cara Mudah Ternak dan Budidaya Kelinci Hasil Maksimal untuk sobat sekalian .  Lihat juga Informasi lainya seperti Cara Mudah Ternak dan Budidaya Cacing Tanah . Terimakasih

Cara Mudah Ternak dan Budidaya Cacing Tanah

Cara Mudah Ternak dan Budidaya Cacing Tanah -  Ternak Cacing . Cacing merupakan salah satu hewan yang memliki berbagai macam manfaat. Dalam dunia pertanian kita mengenal cacing sebagai salah satu bagian terpenting daam proses penyuburan tanah . Selain itu cacing juga bermanaat sebagai pakan hewan ternak lainya . Sehingga dalam dunia bsnis, peluang cacing ternak sangatlah bak kedepannya . Untuk itu bagia anda yang tertarik terjun ke budidaya ini berikut panduan dari kami mengenai Cara Mudah Ternak dan Budidaya Cacing Tanah  .

Cara Mudah Ternak dan Budidaya Cacing Tanah

Tentang Cacing Tanah

Bagi sebagian orang cacing tanah adalah hewan yang menjijikkan, bagi sebagian yang lain mungkin merupakan sumber penghasilan . Cacing tanah yang sering diternakkan ada 3 jenis yaitu :

1. Berwarna merah keunguan (Pheretina)
2. Berwarna merah kecoklatan (Perionyx)
3. Berbentuk pipih (Lumbricus)

Cacing tanah adalah hewan berkelamin ganda (hermaprodit), tetapi untuk perkembangbiakannya tidak dapat dilakukan sendiri, diperlukan 2 individu. Cacing tanah sangat mudah diternakkan, yang terpenting adalah media tempat hidupnya memenuhi beberapa syarat antara lain :

1. Media banyak mengandung bahan organik seperti sisa tanaman dan sampah dapur.
2. pH media 6 - 7.
3. Kelembaban media 15 - 20%.
4. Suhu media 15 - 25 derajat Celcius.

Manfaat Cacing Tanah :

1. Sebagai pengurai bahan organik atau sampah dalam tanah.
2. Menambah daya serap tanah terhadap air.
3. Memperbaiki struktur tanah.
4. Sebagai pakan ternak dan ikan.
5. Sebagai bahan baku obat dan kosmetik.
6. Bahan makanan bagi yang tidak jijik.

Penyiapan Sarana & Peralatan :

Kandang : 

  • Pembuatan kandang sebaiknya menggunakan bahan-bahan yg murah & mudah didapat seperti bambu, rumbia, papan bekas, ijuk & genteng tanah liat. Salah satu contoh kandang permanen untuk peternakan skala besar adalah yg berukuran 1,5 x 18 m dgn tinggi 0,45 m. Didalamnya dibuat rak-rak bertingkat sebagai tempat wadah-wadah pemeliharaan. Bangunan kandang dpt pula tanpa dinding (bangunan terbuka). Model-model sistem budidaya/ beternak, antara lain rak berbaki, kotak bertumpuk, pancing bertingkat atau pancing berjajar..

Pembibitan Cacing Tanah

  • Persiapan yg diperlukan dalam pembudidayaan cacing tanah adalah meramu media tumbuh, menyediakan bibit unggul, mempersiapkan kandang cacing & kandang pelindung.

Pemilihan Bibit Calon Induk
  • Sebaiknya dalam beternak cacing tanah secara komersial digunakan bibit yg sudah ada karena diperlukan dalam jumlah yg besar. Namun bila akan dimulai dr skala kecil dpt pula dipakai bibit cacing tanah dr alam, yaitu dr tumpukan sampah yg membusuk atau dr tempat pembuangan kotoran hewan.

Pemeliharaan Bibit Calon Induk
  • Pemeliharaan dpt dibagi menjadi beberapa cara: pemeliharaan cacing tanah sebanyak-banyaknya sesuai tempat yg digunakan. Cacing tanah dpt dipilih yg muda atau dewasa. Jika sarang berukuran tinggi sekitar 0,3 m, panjang 2,5 m & lebar kurang lebih 1 m, dpt ditampung sekitar 10.000 ekor cacing tanah dewasa. pemeliharaan dimulai dgn jumlah kecil. Jika jumlahnya telah bertambah, sebagian cacing tanah dipindahkan ke bak lain. pemeliharaan kombinasi cara a & b.pemeliharaan khusus kokon sampai anak, setelah dewasa di pindah ke bak lain.

Pemeliharaan khusus cacing dewasa sebagai bibit :

Sistem Pemuliabiakan : 

  • Apabila media pemeliharaan telah siap & bibit cacing tanah sudah ada, maka penanaman dpt segera dilaksanakan dalam wadah pemeliharaan. Bibit cacing tanah yg ada tidaklah sekaligus dimasukan ke dalam media, tetapi harus dicoba sedikit demi sedikit. Beberapa bibit cacing tanah diletakan di atas media, kemudian diamati apakah bibit cacing itu masuk ke dalam media atau tidak. Jika terlihat masuk, baru bibit cacing yg lain dimasukkan. Setiap 3 jam sekali diamati, mungkin ada yg berkeliaran di atas media atau ada yg meninggalkan media (wadah). Apabila dalam waktu 12 jam tidak ada yg meninggalkan wadah berarti cacing tanah itu betah & media sudah cocok. Sebaliknya bila media tidak cocok, cacing akan berkeliaran di permukaan media. Untuk mengatasinya, media harus segera diganti dgn yg baru. Perbaikan dpt dilakukan dgn cara disiram dgn air, kemudian diperas hingga air perasannya terlihat berwarna bening (tidak berwarna hitam atau cokelat tua).

Reproduksi, Perkawinan Cacing Tanah : 
  • Cacing tanah termasuk hewan hermaprodit, yaitu memiliki alat kelamin jantan & betina dalam satu tubuh. Namun demikian, untuk pembuahan, tidak dpt dilakukannya sendiri. dr perkawinan sepasang cacing tanah, masing-masing akan dihasilkan satu kokon yg berisi telur-telur. Kokon berbentuk lonjong & berukuran sekitar 1/3 besar kepala korek api. Kokon ini diletakkan di tempat yg lembab. Dalam waktu 14-21 hari kokon akan menetas. Setiap kokon akan menghasilkan 2-20 ekor, rata-rata 4 ekor. Diperkirakan 100 ekor cacing dpt menghasilkan 100.000 cacing dalam waktu 1 tahun. Cacing tanah mulai dewasa setelah berumur 2-3 bulan yg ditandai dgn adanya gelang (klitelum) pd tubuh bagian depan. Selama 7-10 hari setelah perkawinan cacing dewasa akan dihasilkan 1 kokon.

Pasca Panen : 

Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum cacing dikirim :
  • Simpanlah dahulu di penampungan minimal 2 hari.
  • Beri makanan yang special untuk perbaikan gizi, misalnya ampas tahu atau ongok.
  • Bila cacing akan digunakan untuk pembuatan obat, tepung dan cacing kering, sebaiknya cacing disimpan di dalam media yang halal atau bukan kotoran ternak. Misalnya di ampas aren atau ampas tebu. Ini berfungsi selain untuk perbaikan gizi juga menghilangkan bakteri yang merugikan.
  • Saat cacing akan dikirim perhitungkan dahulu lama waktu perjalanannya, ini untuk menentukan berapa media yang cukup untuk cacing tersebut agar cacing sampai dengan selamat dan sehat.
  • Keperluan media untuk perjalanan sekitar 24 jam perjalanan diperlukan media 1kg untuk 1kg cacing.
  • Gunakan bahan-bahan packing yang tembus udara dan kuat.
Demikian Informasi mengenai Cara Mudah Ternak dan Budidaya Cacing Tanah  untuk anda sekalian . Semoga dapat bermanfaat , kunjungi juga informasi lainya seperti Cara Praktis Ternak Sapi Potong Hasil Maksimal . Terimakasih 


Cara Praktis Ternak Sapi Potong Hasil Maksimal

Cara Praktis Ternak Sapi Potong Hasil Maksimal -  Ternak Sapi Potong . Olahan daging sapi yang ada di pasaran sangatlah beragam dan bervariasi . Mulai dari olahan makanan seperti bakso,rendang maupun lainnya yang semuanya berbahan daging sapi . Oleh karena itu tidak mengherankan jika sekarang permintaan ketersediaan daging sapi semakin hari semakin melimpah . Hal tersebut merupakan peluang bsnis yang prospek untuk ditekuni . Berikut informasi Cara Praktis Ternak Sapi Potong Hasil Maksimal

Cara Praktis Ternak Sapi Potong Hasil Maksimal

Tips Pemilihan Bibit Sapi


  • Mulut dicari yang datar/papak
  • Kepala diusahakan yang besar sesuai dengan badannya dan bangsa
  • Leher besar dan bergelambir terutama yang j antan
  • Punggung dipilih yang datarjangan yang melengkung
  • Ekor kalau jenis dari sapi sub tropis dari pangkal ekor sampai ujung besarnya hampir sama
  • Ekor untuk sapi tropis biasanya lebih atau keadaannya merit
  • Perut diusahakan pilih yang iganya/tulang rusuk jangan terlalu melengkung
  • Kaki dicari yang tegak dan besar
  • Alat kelamin/reproduksi jantan (testis ada 2 buah ) betina lengkap (ambing besar puting ada 4 buah)

Selain tersebut diatas yang perlu diperhatikan yaitu :


  • Menentukan umur (bisa melihat gigi)
  • Membedakan jenis kelamin
  • Melihat bentuk badan (dari atas,depan dan samping)
  • Melihat bentuk ambing apabila ternak tersebut sapi perah
  • Informasi tentang silsilah ternak tersebut menggunakan recording (catatan ternak) diusahakan beli bibit jangan inbriding (minimal sampai keturunan yang ke 6 )



Proses Pemeliharaan Ternak Sapi


  1. Perkandangan.


  • Secara umum, kandang memiliki dua tipe, yaitu individu dan kelompok. Pada kandang individu, setiap sapi menempati tempatnya sendiri berukuran 2,5 X 1,5 m. Tipe ini dapat memacu pertumbuhan lebih pesat, karena tidak terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan dan memiliki ruang gerak terbatas, sehingga energi yang diperoleh dari pakan digunakan untuk hidup pokok dan produksi daging tidak hilang karena banyak bergerak. Pada kandang kelompok, bakalan dalam satu periode penggemukan ditempatkan dalam satu kandang. Satu ekor sapi memerlukan tempat yang lebih luas daripada kandang individu. Kelemahan tipe kandang ini yaitu terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan sehingga sapi yang lebih kuat cenderung cepat tumbuh daripada yang lemah, karena lebih banyak mendapatkan pakan.

     2. Pakan.


  • Berdasarkan kondisi fisioloigis dan sistem pencernaannya, sapi digolongkan hewan ruminansia, karena pencernaannya melalui tiga proses, yaitu secara mekanis dalam mulut dengan bantuan air ludah (saliva), secara fermentatif dalam rumen dengan bantuan mikrobia rumen dan secara enzimatis setelah melewati rumen.


  • Penelitian menunjukkan bahwa penggemukan dengan mengandalkan pakan berupa hijauan saja, kurang memberikan hasil yang optimal dan membutuhkan waktu yang lama. Salah satu cara mempercepat penggemukan adalah dengan pakan kombinasi antara hijauan dan konsentrat. Konsentrat yang digunakan adalah ampas bir, ampas tahu, ampas tebu, bekatul, kulit biji kedelai, kulit nenas dan buatan pabrik pakan. Konsentrat diberikan lebih dahulu untuk memberi pakan mikrobia rumen, sehingga ketika pakan hijauan masuk rumen, mikrobia rumen telah siap dan aktif mencerna hijauan.
  • Kebutuhan pakan (dalam berat kering) tiap ekor adalah 2,5% berat badannya. Hijauan yang digunakan adalah jerami padi, daun tebu, daun jagung, alang-alang dan rumput-rumputan liar sebagai pakan berkualitas rendah dan rumput gajah, setaria kolonjono sebagai pakan berkualitas tinggi.
  • Penentuan kualitas pakan tersebut berdasarkan tinggi rendahnya kandungan nutrisi (zat pakan) dan kadar serat kasar. Pakan hijauan yang berkualitas rendah mengandung serat kasar tinggi yang sifatnya sukar dicerna karena terdapat lignin yang sukar larut oleh enzim pencernaan.

Penanggulangan Penyakit
  • Isolasi Sapi yang terjangkit penyakit dari kawanan sapi yang lainya 
  • Obati sapi sesuai dengan penyakit yang didertita
  • Jika Sapi yang teridentifikasi mengalami sakt sudah sembuh , sapi bisa digabungkan kembali ke kawanan .
Demikian informasi seputar dunia ternak yang kali ini membahas mengenai Cara Praktis Ternak Sapi Potong Hasil Maksimal untuk anda sekalian . Lihat juga inormasi kami yang lainya seperti Cara Mudah Ternak Kambing Dengan Hasil Maksimal untuk anda sekalian . Terima kasih


Cara Mudah Ternak Kambing Dengan Hasil Maksimal

Cara Mudah Ternak Kambing Dengan Hasil Maksimal - Ternak Kambing . Permintaan pasar akan tersedianya daging kambing sangatlah potesial . Hal tersebut merupakan imbas dari semakin meningkatya daya konsumsi masyarakat akan daging kambing tersebut . Untuk tu merupakan sebuah peluang usaha yang sangat baik jika kita bisa mengolahnya sesuai dengan cara yang benar . Berikut Cara Mudah Ternak Kambing Dengan Hasil Maksimal untuk anda sekalian .

Cara Mudah Ternak Kambing Dengan Hasil Maksimal


Jenis-jenis kambing dan domba potong : 

a) Kambing Kacang

  • Cirinya adalah badan kecil dan relatif pendek, telinga pendek dan tegak, jantan dan betina memiliki tanduk, leher pendek dan punggung meninggi, warna bulu bervariasi, ada yang hitam, coklat, merah atau belang hitam-putih.


b) Kambing Peranakan Etawa (PE)
  • Sasaran utama dari kambing PE pada dasarnya adalah penghasil susu, tetapi dapat digunakan juga sebagai penghasil daging, terutama setelah masa afkir. Ciri dari kambing ini adalah bagian hidung ke atas melengkung, panjang telinga antara 15-30 cm, menggantung ke bawah dan sedikit kaku, warna bulu bervariasi antara hitam dan coklat, memiliki bulu tebal dan agak panjang dibawah leher dan pundak (jantan), di bagian bawah ekor (betina).


c) Domba Ekor Gemuk
  • Memiliki ciri bentuk ekor yang panjang, tebal, besar dan semakin ke ujung makin kecil; tidak mempunyai tanduk; sebagian besar bewarna putih, tetapi ada anaknya yang bewarna hitam atau kecoklatan.


d) Domba Ekor Tipis
  • Memiliki ciri tubuh yang kecil, ekor relatif kecil dan tipis, bulu bewarna putih, tidak bertanduk (betina), bertanduk kecil dan melingkar (jantan).


Kandang Kambing

  • Pada umumnya tipe kandang pada ternak kambing dan domba adalah berbentuk panggung. Konstruksi kandang dibuat panggung di mana di bawah lantai kandang terdapat kolong untuk menampung kotoran. Dengan adanya kolong berfungsi untuk menghindari kebecekan dan kontak langsung dengan tanah yang bisa jadi tercemar penyakit. Lantai kandang ditinggikan antara 0,5 – 2 m. Bak pakan dapat ditempelkan pada dinding. Ketinggian bak pakan untuk kambing dan domba berbeda. Bak pakan untuk kambing dibuat agak tinggi, kira-kira sebahunya karena kebiasaan kambing memakan daun-daun perdu. 


  • Untuk Domba, dasar bak pakan horizontal dengan lantai kandang karena kebiasaan domba merumput. Lantai kandang dibuat dari kayu papan atau belahan bambu yang disusun dengan jarak 2-3 cm. Dengan demikian, kotoran dan air kencing mudah jatuh pada kolong, sementara tracak/kaki kambing dan domba tidak mudah terperosok dan terjepit terjepit.

Ukuran Kandang :

  • Anak : 1 X 1,2 m /2 ekor (lepas sapih),
  • Jantan dewasa : 1,2 X 1,2 m/ ekor
  • Dara/ Betina dewasa :1 X 1,2 m /ekor
  • Induk dan anak 1,5 X 1,5 m/induk + 2 anak
  • Dasar kolong kandang digali sedalam ±20 cm dibagian pinggirnya dan 30-50 cm pada bagian tengah serta dibuatkan saluran yang menuju bak penampung kotoran. Kotoran kemudian dapat diproses untuk menjadi pupuk kandang. Dan sudah semestinya kandang harus terjaga kebersihannya sehingga ternak kambing dan domba lebih sehat karena tidak mudah terserang penyakit.


Bibit merupakan faktor penting dalam usaha ternak kambing, yang harus diperhatikan adalah.

1. Ukuran badan besar tidak gemuk.
2. Kaki lurus,kokoh dan tumit kelihatan tinggi.
3. Tidak cacat.
4. Puting susu duadan simetris.
5. Berasal dari lahir kembar.
6. Jumlah gigi yang lengkap.

Cara Berternak Kambing dengan dengan memilih pejantan kambing

  • Pengembangbiakan merupakan tujuan utama dari usaha pembibitan ternak kambing.kualitas penjantan yang baik meliputi :


- Pertumbuhan cepat.
- Gerakan lincah dan ganas.
- Alat kelamin normal serta terlihat ereksi.
- Umur 15 Bulan – 5 tahun.
- Pilih pejantan dari kelahiran kembar.

Pemberian Pakan Kambing :
  • Pemberian pakan kambing biasa 2kali 1 hari yakni pagi serta sore hari dengan rerumputan serta diselingi dengan biji-bijian serta konsentrat atau dedak yang digabung sedikit air. untuk persediaan air minum mesti senantiasa ada. kambing umumnya dapat minum bila posokan pakan terlambat. janganlah berikan pakan terlalu berlebih dikarenakan kambing tak lagi berhenti makan bila ada pakan yang ada didepanya. berilah pakan pada kambingdengan perbandingan 5%-10% dari berat badanya. untuk melihat-lihat gambar kambing lengkap

Pengawinan : 

  • Untuk pengawinan kambing, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, khususnya saat yang tepat untuk mengawinkan. Umumnya peternak kurang mengetahui tanda-tanda birahi kambing dan kapan masa birahi berlangsung. Untuk tanda-tanda tersebut, kambing biasanya menunjukkan gejala-gejala seperti berikut: 


- Kambing sering bersuara dan nampak gelisah 
- Nafsu makan menurun dan jika digembalakan, kambing sebentar-sebentar nampak berhenti merumput
- Ekor sering dikibaskan dan apabila dipegang, ekor akan terangkat ke atas 
- Keluar cairan pekat berwarna putih dari vagina 
- Vulva terlihat membengkak dan berwarna merah
- Untuk kambing perah, biasanya produksi susu akan menurun
- Kambing betina terlihat menaiki kambing jantan maupun sebaliknya 
- Sedangkan kambing betina yang berada dalam kandang sering tak menunjukkan gejala tersebut, kondisi demikian disebut dengan birahi tenang  

Sedangkan hal-hal penting yang harus diperhatikan menjelang pengawinan kambing adalah:

- Segera kawinkan ternak bila betina tengah menunjukkan gejala birahi (masa estrus)
- Normalnya, siklus birahi (masa estrus) kambing betina berlangsung tiap 18–21 hari sekali
- Lamanya birahi pada kambing betina biasanya berlangsung sekitar 21–36 jam
- Betina kambing yang sedang dalam masa birahi segera dikawinkan 12 -18 jam setelah gejala-gejala birahi terlihat
- Jangan kawinkan pejantan dan induk yang masih ada ikatan darah
- Kawinkan ternak dalam 1 kandang hingga birahi berikutnya

Pemeliharaan induk kambing yang bunting

Jika terjadi kebuntingan setelah pengawinan, kambing nampak tenang dan tak menunjukkan gejala birahi setelah 19 hari berselang. Apabila terjadi kebuntingan, segera pisahkan induk dari pejantan, kemudian beri asupan pakan berkualitas.


Demikian informasi mengenai Cara Mudah Ternak Kambing Dengan Hasil Maksimal untuk anda sekalian , semoga nformasi tersebut dapat membantu anda sekalian . Jangan lupa kunjungi juga informasi mengenai Tips Mudah Ternak dan Budidaya Lele di Kolam Terpal . Terimaksih 

Tips Mudah Ternak dan Budidaya Lele di Kolam Terpal

Tips Mudah Ternak dan Budidaya Lele di Kolam Terpal  -  Ternak Lele . Lele merupakan jenis ikan air tawar yang habitatnya bisa kita temui di sekitar sungai, rawa , maupun sawah yang tergenang air ( cenderung berlumpur ) . Daya konsumsi masyarakat pada hewan ini tergolong tinggi , selain dikenal dengan teksturnya yang renyak , daging lele mengandung berbagai macam zat yang berguna untuk tubh . Sehingga tidak mengherankan jika pangsa pasar negeri maupun luar negeri sangat lah besar . Tertarik? untuk itu kami akan memberikan info tentang Tips Mudah Ternak dan Budidaya Lele di Kolam Terpal  untuk anda . 

Tips Mudah Ternak dan Budidaya Lele di Kolam Terpal

Persiapan Kolam Terpal

Hal yang paling utama dilakukan ketika ingin membudidayakan ikan lele untuk tujuan konsumsi adalah mempersiapakan tempat budidaya. Dalam hal ini dilakukan di kolam terpal, sehingga pembuatan kolam terpal adalah hal yang paling penting untuk dilakukan.

Pemupukan kolam

Untuk menciptakan kondisi air yang ideal bagi tempat hidup lele, kita harus membuat pemupukan terlebih dahulu, ini demi mencapai PH air yg sesuai dg kebutuhan lele. Caranya dengan menggunakan kotoran kambing, pertama kita masukan kotoran kambing pada karung sebanyak 15 kg, sebaiknya dibagi dua masing-masing 7,5 kg lalu cemplungkan kedalam kolam, biarkan menggantung dalam air jangan diberi pemberat. biarkan kolam selama 3-7 hari agar mikroorganisme air tumbuh, dan supaya bau residu (zat kimia) dari terpal hilang.

Pemilihan Induk

Induk jantan mempunyai tanda :
- tulang kepala berbentuk pipih
- warna lebih gelap
- perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung
- alat kelaminnya berbentuk runcing.

Induk betina bertanda :
- tulang kepala berbentuk cembung
- warna badan lebih cerah
- perut mengembang lebih besar daripada punggung alat kelamin berbentuk bulat.

Pengolahan Air Kolam : 

Penggantian air kolam terpal juga perlu dilakukan 10-30 persen setiap minggu. Meski ikan lele dianggap tahan terhadap kondisi air, tetapi bila air kolam terpal tidak diganti akan membuat kondisi air menjadi bau. Dengan kondisi air yang berbau akan membuat ikan lele mudah diserang penyakit.

Pemijahan Ikan Lele

Khusus untuk ikan lele pada usia 1 bulan, perlu dilakukan seleksi dan pemisahan yang memiliki ukuran yang berbeda.Meski Lele dumbo tahan terhadap kondisi air yang buruk ada baiknya perlu diganti air sekitar 10-30% setiap minggu, agar kolam tidak terlalu kotor dan berbau. Penyakit pada ikan lele mudah menyerang pada air dengan kondisi yang kotor. Pada usia satu bulan atau lebih, maka jika diperlukan perlu dilakukan seleksi dan pemisahan lele yang memiliki ukuran yang berbeda. Biasanya lele mengalami pertumbuhan yang tidak sama, sehingga jika tidak dipisahkan lele dengan ukuran kecil akan kalah bersaing dalam berebut makanan. Selain itu pisahkan jika ada ikan yang terindikasi terserang penyakit agar tidak menular.


Penetasan

Penetasan 

Penetasan telur dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
Ditetaskan dikolam ipukan/pendederan
Dibiarkan menetas secara alami disarang yang terdapat pada kolam pemijahan.

Cara 1
Terdapat langkah-langkah yang ditempuh jika telur dipelihara dalam kolam ipukan (kolam pendederan), yaitu:
Segera keluarkan telur begitu pemijahan selesai.
Pelihara secara intensif telur-telur tersebut dalam kolam ipukan (kolam pendederan).
Pertumbuhan larva membutuhkan suhu air kolam antara 26-30°C.

Cara 2
Jika dibiarkan berada dalam asuhan induknya, biarkan telur menetas dan pemisahan burayak dengan induk dilakukan secara bertahap.
Adapun pemisahan induk dan burayak dilakukan dengan tahapan berikut.
Saat benih berumur seminggu, segera pisahkan induk betina dari kolam dan biarkan pejantan tinggal di kolam menjaga anak-anaknya.
Setelah berumur 2 minggu, pisahkan anakan dari induk jantan. Selanjutnya, keluarkan anakan lele dari sarang dan pindahkan ke kolam ipukan (pendederan).

Untuk mengumpulkan burayak, terlebih dahulu air kolam disurutkan hingga sebatas kubangan. Selanjutnya, benih dialirkan melalui pipa pengeluaran dan burayak lele yang sudah dipindahkan ke kolam pendederan dapat dipelihara secara intensif.

Pemberian Pakan

  • Pada hari ke-1 sampai ke 3, benih lele tidak perlu diberi pakan tambahan karena masih memiliki kantong kuning telur (yolk sac) yang dibawa sejak menetas.
  • Hari ke-4 hingga akhir minggu ke-2, benih diberi zooplankton, yaitu daphnia dan artemia yang mengandung protein 60%. Dosisnya 70% kali biomassa setiap hari. Dua jenis pakan alami ini diberikan 4 kali sehari. Pakan ditebar di sekitar tempat pemasukan air (inlet).
  • Kira-kira 2-3 hari menjelang pemberian pakan zooolankton berakhir, benih lele sedikit demi sedikit dikenalkan dengan pakan berbentuk tepung yang mengandung protein 50%. Pakan tepung tersebut dapat berupa campuran kuning telur, tepung udang, serta sedikit bubur nestum. Untuk membiasakan pada pakan baru tersebut, pakan bentuk tepung diberikan sekitar 10-15 menit sebelum pemberian zooplankton.
  • Minggu ketiga, pakan tepung diberikan sebanyak 43% kali biomassa setiap hari.
  • Minggu keempat, pakan tepung diberikan sebanyak 32% kali biomassa setiap hari.
  • Minggu kelima, pakan tepung dberikan sebanyak 21% x biomassa setiap hari.
  • Minggu keenam, benih diberi pakan berupa pellet apung.


Pendedaran dan Pembesaran

  • Pemeliharaan benih lele dilakukan di kolam ipukan (pendederan) dengan melalui tiga tahapan pendederan, yaitu pendederan 1, 2, 3.kolam pendederan 1 digunakan untuk merawat benih hingga ukurannya mencapai sekitar 1-3 cm. kepadatan kolam pendederan untuk benih seukuran ini antara 60-100 ekor/m².

  • Selanjutnya, benih ukuran 3 cm ini dipelihara lebih lanjut pada kolam ipukan 2 hingga usianya mencapai 21-30 hari dan panjangnya sekitar 5-6 cm. Benih seukuran ini dapat dipelihara kembali dalam kolam ipukan 3 atau bisa juga dijual sebagai benih.

  • Selepas dipelihara dalam kolam ipukan (kolam pendederan) 3 hingga umurnya menginjak 35-45 hari, panjang badan lele telah mencapai 10-15 cm. Benih seukuran ini akan cepat besar apabila dipelihara dalam kolam pembesaran.


Demikian Informasi mengenai Tips Mudah Ternak dan Budidaya Lele di Kolam Terpal  untuk anda sekalian . semoga dapat bermanaat . Kunjungi juga Cara Beternak Jangkrik Untuk Pemula . Terimakasih

Cara Beternak Jangkrik Untuk Pemula

Cara Beternak Jangkrik Untuk Pemula - Ternak dan Budidaya Jangkrik . Jangkrik merupakan hewan serangga yang saat ini telah banyak dilirik oleh para produsen ( peternak ) untuk dikembangkan . Hal tersebut tidak terlepas dari semakin menggeliatnya usaha ternak lain seperti burung , ikan dll , yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kebutuhan permintaan jangkrik sebagai salah satu makanan ternak tersebut. Ada sekitar 100 jenis jangkrik yang ada di Indonesia , namun yang banyak dikembangbiakan adalah jangkrik jenis  Gryllus Mitratus yang mempunyai ciri terdapat garis putih pada pinggir sayap punggung, serta penampilannya yang tenang . Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Cara Beternak Jangkrik Untuk Pemula silahkan baca ulasan berikut ini : 

Cara Beternak Jangkrik Untuk Pemula

Pembuatan Kandang Jangkrik

Bahan-Bahan Pembuatan kandang Jangkrik :

1. Triplek
2. Paku Kecil
3. Kayu Kaso Kecil / kayu reng
4. Lem Kayu
5. Lakban Coklat yang besar ( ukuran 44 mm )
6. jangan lupa sediakan gunting, gergaji dll

Cara Pembuatan :
1. Bentuk menjadi persegi panjang dengan ukuran : Panjang = 50 Cm, Lebar = 60 Cm, Tinggi = 120 Cm
2. Beri Lem kayu pada setiap sudut untuk menutupi celah, perlu diketahui pada saat menetas jangkrik berukuran sangat kecil.
3.Beri pinggiran atas bagian dalam dengan Lakban Coklat ... fungsinya agar jangkrik tidak bisa merayap terus ke atas.
4. Jangan Lupa untuk Kandang Kaki dari kandang jangkrik beri jarang Min 20 Cm dan beri mangkuk yang diisi air dan garam, untuk menghindari semut, alternatif lain silahkan beri Lem tikus.

Pemilihan Bibit

Adapun ciri-ciri indukan, induk betina, dan induk jantan yang adalah sebagai
berikut:

a. Indukan:
  • sungutnya (antena) masih panjang dan lengkap.
  • kedua kaki belakangnya masih lengkap.
  • bisa melompat dengan tangkas, gesit dan kelihatan sehat.
  • badan dan bulu jangkrik berwarna hitam mengkilap
  • pilihlah induk yang besar.
  • dangan memilih jangkrik yang mengeluarkan zat cair dari mulut
  • dan duburnya apabila dipegang.
b. Induk jantan:
  • selalu mengeluarkan suara mengerik.
  • permukaan sayap atau punggung kasar dan bergelombang.
  • tidak mempunyai ovipositor di ekor.
c. Induk betina:
  • tidak mengerik.
  • permukaan punggung atau sayap halus.
  • ada ovipositor dibawah ekor untuk mengeluarkan telur
Penetasan Telur : 

1. Telur jangkrik dimasukkan ke dalam kain lembab. Telur akan menetas 2-3 hari kemudian. Setiap 400 gram telur akan menghasilkan 80 kg jangkrik umur 35 hari (1 kg jangkrik kurang lebih 1.000 ekor).

2. Bahan yang dibutuhkan:
-Kain tetas 2 buah/dus atau per kandang
-Nampan 2 buah/dus atau per kandang
-Pasir
-Sprayer
-Kertas koran bekas
-Paket telur jangkrik yang berisi telur 400 gram/paket

3. Cara menetaskan:

-Taruh 20 gram telur (1-2 sendok/dus atau per kandang)
-Telur diangin-anginkan terlebih dahulu sekitar 1/2 jam
-Cuci pasir dengan air panas dan letakkan di atas nampan
-Nampan diisi pasir (lembab)
-Siapkan kain tetas dan lembabkan dengan percikan air
-Taruh kain tetas di atas nampan
-Taburkan telur merata di kain tetas
-Tutup telur dengan melipat kain tetas
-Tutup kain tetas dengan kertas koran lembab
-Jaga kelembaban kain tetas (disemprot tiap hari)

Pemeliharaan dan pembesaran :

1. Pada proses pembesaran, jangkrik diberi pakan yang cukup baik yaitu pakan pelet buatan Astrik dan sayuran (wortel, gambas, daun katuk, daun pepaya, sawi, dan lainnya).

2. Pemberian sayuran mengikuti ketentuan berikut masa pertumbuhan hari ke-1 sampai ke-10 sebanyak 2 kali/hari, hari ke-11 sampai ke-30 (1 kali/2 hari) dan masa pertumbuhan lebih dari 30 hari tidak diberi pakan sayur.

3. Tahapan pemberian pakan sayuran:
-Cuci dan tiriskan sayuran
-Iris tipis sayuran yang sudah tiris
-Angin-anginkan sekitar lima menit
-Pakai alas lebih baik ketika menganginkan
-Buang sisa sayuran yang tidak dimakan sebelum diganti sebaiknya sore hari

4. Sedangkan untuk minuman diberikan dalam pasir basah

Demikian informasi mengenai Cara Beternak Jangkrik Untuk Pemula untuk anda sekalian , semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk anda . Terimakasih

CARA PENGAWETAN KUPU-KUPU DAN PERAWATANNYA

Pengawetan Kupu-Kupu dan Perawatannya

a. Cara Mengawetkan Kupu-kupu

Bahan kimia untuk membunuh serangga yang baik ialah ethyl acetate. Bahan kimia ini dibubuhkan pada kapas atau bahan-bahan yang memiliki daya serap lainnya (absorbent materials) di dalam sebuah botol (killing bottle). Apabila ethyl acetate terbakar, bahan kimia ini tidaklah sebahaya menggunakan sianida (syanide). Serangga akan menjadi lebih lunak (relax/ tidak tegang) walaupun ditinggalkan beberapa hari di dalam botol yang mengandung ethyl acetate.

Serangga-serangga yang berkulit keras biasanya dipin atau disemat. Serangga berbadan lembut seperti afid dan anai-anai (semut putih, rayap) boleh dibunuh dan disimpan dalam alkohol 70%. Alkohol isopropyl dapat digunakan sebagai pengganti ethyl alkohol. Ada sebagian orang lebih suka menggunakan larutan Hood’s yang mana dapat disediakan dengan cara berikut:
Larutan Hood’s:
Ethyl alkohol        1485 ml
air suling        330 ml
asid glacial acetik    83 ml
benzol            83 ml

Larva kupu-kupu atau rama-rama perlu disimpan dalam larutan KAAD, sehingga dapat mengembang sepenuhnya (30 menit hingga beberapa jam) dan kemudian barulah disimpan dalam alkohol 95%
Larutan KAAD:
Kerosene        1 bagian
Alkohol ethyl     95%    10 bagian
asid asetik glacial    2 bagian
diaxane            1 bagian

b. Menyemat (Pinning) Serangga-Serangga

Serangga yang berkulit keras (yang besar) boleh disemat dengan pin dari atas hingga menembus badannya. Jenis Coleoptera (kumbang) disemat sampai menembus sayap kanannya, lalat, lebah, rama-rama/ kupu-kupu biasanya disemat sampai menembus thorax dan pangkal sayapnya. Semua serangga harus disemat sejajar dengan permukaannya yaitu 1 inci dari atas ujung pin. Ini dapat ditentukan dengan menggunakan blok-blok penyemat (pinning block). Kupu-kupu dan rama-rama biasanya diletakkan di atas papan (spreading boards yang dibuat dari kayu ataupun polystyrene), dimana sayap- sayap perlu diatur dan dikembangkan sehingga serangga dapat kering dengan posisi yang diinginkan. Serangga-serangga kecil dapat ditempelkan (mount) ke atas kertas tebal (cardboard points) dengan menggunakan pin. Serangga tersebut harus diletakkan dalam posisi kepalanya berhadap-hadapan dan titik ujung segi tiga cardboard tersebut berada di sebelah kiri pin.

c. Mengeringkan Serangga

Serangga yang telah disemat perlu dikeringkan sebelum disimpan di dalam kotak-kotak serangga. Susun serangga-serangga tersebut di atas selembar polystrene dan masukkan ke dalam pengering pada suhu 45 C, keringkan sehingga beberapa hari. Serangga dapat juga dikeringkan di bawah matahari, tetapi harus diawasi dari semut-semut dan lainnya.

d. Melabel

Tiap-tiap serangga haruslah dilabel dengan nama tempat dari mana serangga itu diambil berserta dengan keterangan dan juga nama sipengawet serangga tersebut, label-label sebaiknya kecil dan diletakkan lebih kurang 5/8 Page 8 inci pada pin serta dilekatkan dekat dengan serangganya/ obyeknya. Catatan- catatan tambahan seperti jenis, tumbuhan di mana asal habitatnya sebaiknya dicantumkan juga dan dapat ditulis pada lebel yang lain dan dilekatkan lebih kurang 1/2 inci pada pin di bawah label yang terdahulu tadi.

e. . Menyimpan serangga

Serangga yang telah dikeringkan dan diberi label perlu disimpan dalam kotak-kotak serangga yang khusus. Kotak-kotak itu sebaiknya dilapisi gabus dan ditutup dengan kertas putih. Kotak tersebut harus kedap udara dan dapat mencegah serangga atau hewan perusak seperti semut, lipas atau ngegat. Racun pembasmi ngegat (Naptelene) perlu diberikan/ dibubuhkan dalam gulungan kain tipis dibagian bawah di sebelah tepi kotak. ini perlu diperiksa dan ditambah dari waktu kewaktu. Sejenis larutan dapat dibuat sebagai
perawatan dalam kotak-kotak serangga ini, dengan cara disapukan pada permukaan dalam kotak dan dijemur sehingga kering. Cara membuat adalah seperti berikut:
Bahan
1. Serbuk Napthelene        3 lb (1360 g)
2. Kloroform            1 lb
3. Beechwood Creosolte    1 lb
4. Minyak petrol 4         1/2 pts.
Cara menyediakan
Campurkan kloroform dengan 1 1/2 lb serbuk nepthlene, aduk hingga merata dan tambahkan lagi 1 1/2 lb serbuk nepthlene dan diikuti dengan beechwood Cresote. Aduk untuk melarutkan dan kemudian tambahkan petrol. Sesudah itu disapukan pada kotak, keringkan kotak sehingga yang tinggal cuma selapis serbuk halus napthlene.

f. Melembutkan (relax) Serangga (dewasa)

Serangga yang kering harus dilunakkan sebelum disemat. Serangga- serangga yang kering dapat diletakkan dalam kotak yang kedap udara (air-tight) di atas selembar kertas tebal ataupun kertas yang memiliki daya serap yang diletakkan di atas pasir basah. beri sedikit (beberapa tetes) asid karbolik pada pasir ini. Serangga-serangga akan menjadi lunak setelah 24 jam hingga 48 jam. Sebaiknya serangga-serangga disemat langsung pada saat baru ditangkap dan tunggu sampai serangga tersebut perlu untuk dilunakkan

Inovasi dan Tekonologi Lab. Zoo