Latest Updates

Cara Cepat Menghasilkan Kedelai Dengan Maksimal

Cara Budidaya Tanaman Kedelai Hasil Maksimal - Berikut ini adalah seputar informasi yang kami berikan untuk anda semuanya mengenai Budidaya Tanaman Kedelai. Tentunya dalam menjalani kehidupan yang semakin moderen ini banyak sekali kebutuhan yang ingin kita penuhi, maka dengan usaha yang maksimal dan disertai doa akan terwujudnya keinginan yang kita inginkan. Informasi dibawah ini adalah sebagai penyemangat anda dalam berusaha di bidang yang anda tekuni pada saat ini, simak baik-baik apa yang kami sampaikan.

untuk memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri kita masih impor. Padahal tempe, tahu yang sering kita konsumsi bahan bakunya adalah kedelai. Negara kita belum mampu memproduksi kedelai karena memang kedelai bukan asli tanaman dari Indonesia. Kita mengimpor kedelai dalam jumlah yang sangat besar.



BUDIDAYA TANAMAN KEDELAI :

Pemanfaatan lahan sawah beririgasi teknis sampai saat ini masih belum optimal, sebagian masih memiliki pola tanam padi padi bera, dengan demikian indeks perta-naman masih dibawah 300. Sebagian terdapat yang memanfaatkannya dengan pola tanam padi padi padi. Pola tanam yang demikian sangat membahayakan bagi per-kembangan hama dan penyakit tanaman, karena tidak terputusnya siklus hidup OPT padi. Oleh sebab itu sangat dianjurkan pada lahan sawah beririgasi teknis meng-gunakan pula tanam padi padi palawija atau sayuran da-taran rendah. Salah satu tanaman palawija yang dianjurkan adalah kedelai, sehingga pola tanamnya menjadi padi padi kedelai.

Kedelai dianjurkan, sebab dapat diperoleh beberapa keuntungan, yaitu :

a. Dapat meningkatkan pendapatan petani.
b. Menambah kesempatan kerja bagi buruh tani.
c. Mengurangi import kedelai.
d. Menambah kesuburan tanah.
e. Dapat memutuskan siklus hama dan penyakit padi.

Penguasaan teknik bercocok tanam kedelai perlu dikuasai oleh para petani, leaflet ini dimaksudkan untuk dapat meningkatkan pengetahuan petani mengenai budi-daya kedelai.

VARIETAS DAN BENIH :

Varietas kedelai yang dianjurkan untuk lahan bekas tanaman padi adalah varietas yang berumur genjah (kurang dari 80 hari) dan berumur sedang (81 89 hari). Tiga belas varietas yang dianjurkan, yaitu: Lokon, Guntur, Tidar, Wilis, Kerinci, Merbabu, Raung, Rinjani, Lompo-batang, Lawu, Tengger, Dieng dan Jayawijaya. Sedangkan varietas local yang dianjurkan antara lain : Gajah, Slawi, TK-5, Loka Brebes dan Lumajang Brewok.

Hal yang perlu diperhatikan secara khusus untuk mendapatkan benih bermutu tinggi adalah sortasi dan penyimpanan benih. Biji terpilih adalah yang sehat, utuh/ bernas dan memiliki daya tumbuh tinggi. 

Syarat-syarat benih bermutu, yaitu:

a. Murni dan diketahui nama varietasnya.
b. Berdaya kecambah tinggi, yaitu 80 % atau lebih.
c. Memiliki vigor yang baik : tumbuh cepat dan serempak, kecambahnya sehat.
d. Bersih, tidak tercampur dengan biji rumput, kotoran dan biji tanaman lainnya.
e. Sehat, tidak menularkan penyakit, serta tidak terinfeksi cendawan yang menyebabkan busuk.
f. Bernas, tidak keriput dan utuh serta kering.
Keperluan benih per hektarberkisar antara 30 - 50 kg, tergantung pada :
a. Jarak tanam yang digunakan.
b. Ukuran biji ( berat 100 biji)
c. Daya tumbuh benih.

PENGOLAHAN TANAH :

Pada umumnya bertanam kedelai di lahan sawah bekas padi sawah dilakukan tanpa pengolahan tanah. Pengolahan tanah, selain kurang berguna, juga meng-akibatkan penambahan biaya, waktu tanam kedelai ter-lambat dan tanah menjadi kering. 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :

a. Bila tanah terlalu becek, buat saluran drainase dengan jarak bedengan 3 - 4 m dan panjang disesuaikan dengan petakan, lebar 50 cm, dengan kedalaman antara 30 - 40 cm.

b. Untuk menekan gulma dan mempertahankan kelembaban, gunakan mulsa (penutup tanah) dari jerami yang dipotong.

Untuk lahan sawah yang baru pertama kali ditanami kedelai, sebaiknya dilakukan inokulasi Rhizobium, dengan tujuan untuk menumbuhkan bintil pada akar kedelai yang dapat mengikat unsur N dari udara, Caranya :

a. Ambil tanah bekas pertanaman kedelai.
b. Keringkan dan tumbuk sampai halus.
c. Benih kedelai yang akan ditanam dibasahi dulu.
d. Campurkan tanah halus tersebut dengan benih yang sudah dibasahi, dengan takaran 1 kg tanah untuk 10 kg benih, aduk sampai merata.

Saat ini ada Inokulum Rhizobium yang sudah jadi, dijual dipasaran, yang disebut legin, campurkan benih kedelai yang sudah dibasahi dengan 7,5 gram legin/1kg benih.

PENANAMAN :

Sebaiknya penamanan dengan cara ditugal, dengan urutan sebagai berikut :
  • Tanah ditugal di dekat tunggul jerami atau diantaranya.
  • Letakan benih 2 - 3 biji pada lubang tugalan dan tutup dengan tanah atau abu sekam, abu dapur.
  • Tutup dengan mulsa jerami atau dibiarkan terbuka.
  • Penyulaman dengan biji sebaiknya dilaksanakan 4 - 7 hari setelah tanam.
  • arak tanam yang dapat digunakan : 25 X 25 Cm, 20 X 20 Cm, atau 30 X 15 cm.

PEMUPUKAN :

Waktu dan cara pemupukan, pupuk diberikan tiga kali, yaitu :
  • Pupuk dasar : diberikan pada saat tugal, dengan cara ditugalkan disamping tugalan biji, dengan dosis sepertiga dari total dosis.
  • Pupuk susulan I : umur 25 hari setelah tanam, dosis sepertiganya dengan cara dienclo disamping tanaman.
  • Pupuk susulan II : umur 40 - 45 hari setelah tanam, dosis sepertiganya dengan cara dienclo disamping tanaman.
Apabila air tersedia pada musim kemarau, tanaman kedelai perlu diairi, dengan cara membendung saluran drainase antar bedengan hingga air menggenangi bedengan, kemudian dibuka lagi. Drainase penting, sebab tanaman kedelai tidak tahan terhadap genangan air. Penggenangan dapat dilakukan tiap minggu, atau 5 kali pada umur 0, 14, 28, 42 dan 56 hari setelah tugal, atau 3 kali pada umur 0, 14 dan 28 hari setelah tugal.

PENYIANGAN :

Penyiangan dilakukan tergantung dari ada/tidaknya dan banyaknya gulma (tanaman pengganggu), apabila diperlukan dapat dilakukan 2 kali, yaitu pada 2 - 4 minggu setelah tanam dan kedua setelah tanaman selesai berbunga.

HAMA DAN PENYAKIT :

Hama tanaman kedelai umumnya banyak menye-rang bagian batang tanaman muda, daun dan polong. Ham utama tanaman kedelai setelah padi gadu yaitu tikus, ulat grayak dan hama penggerek polong.

a. Pengendalian hama tanaman yang masih muda.

Hama yang biasa menyerang yaitu lalat kacang atau lalat bibit. Lalat bibit meletakan telurnya pada keeping biji atau daun muda, menetas dan menggerak batang. Penggunaan insektisida Larvin pada benih dapat menekan serangan hama ini, dengan dosis 20 gram/kg benih.

b. Pengendalian hama daun.

Hama daun terdiri dari berbagai jenis ulat, terutama ulat grayak, aphis dan lalat putih. Pengamatan intensif disertai pencegahan dini sangat diperlukan. Apabila tidak bisa diatasi dengan pencegahan, maka dapat dilakukan penyemprotan dengan Atabron 50 EC, Matador 25 EC, Bayrusil 250 EC dengan dosis 2 cc/liter air.

c. Pengendalian hama polong.

Hama polong terdiri dari penggerek polong dan pengisap polong. Pengendaliannya secara preventif dilakukan penyemprotan insektisida pada satu minggu setelah berbunga, dan diulang setiap dua minggu jika terdapat serangan, penyemprotan dihentikan dua minggu sebelum dipanen. Insektisida yang dapat digunakan yaitu : Trebon50 EC, Tamaron 200 LC dan Lannate dengan dosis 2 cc/liter air.

d. Pengendalian hama tikus

Sebelum tanam kedelai, yaitu menjelang panen padi, adakan gerakan pengendalian tikus secara intensif dengan cara gropyokan dan emposan.
Lingkungan sekitar tanaman harus bersih, untuk meng- hindari tikus bersarang.
Adakan pengemposan dan pengumpanan tikus terus menerus selama pertanaman kedelai.

e. Pengendalian penyakit

Untuk pengendalian penyakit karat daun dan sclerotium, dapat digunakan fungsidida, seperti Dithane M-45 dengan dosisi 2 gram / liter air. Sedangkan penyakit-penyakit tanaman kedelai yang disebabkan oleh bakteri dan virus masih sulit pengendaliannya, oleh sebab itu sebaiknya dilakukan iradikasi (tanaman yang terserang dicabut dan dibakar) atau memberantas serangga yang merupakan penularnya (vektor).

PANEN DAN PASCA PANEN :

Ciri tanaman kedelai yang siap dipanen yaitu daun dan polong menguning. Panen dilakukan denga cara membabad pangkal batang diatas permukaan tanah dengan sabit atau alat khusu lainnya. Berangkasan dijemur sampai kering, setelah kering dipukul-pukul dengan alat pemukul, sampai biji terpisah dari berangkasannya. Kemudian biji dibersihkan (ditampi), selanjutnya dijemur sampai kering betul (kadar air mencapai sekitar 10 - 12 %). Penjemuran harus menggunakan alas, agar kebersihan biji dapat terjamin. Pada umumnya biji (ose) kedelai untuk konsumsi setelah kering disimpan (dikemas) dalam karung, yang terbaik adalah karung goni.


Demikian seputar informasi budidaya yang kami berikan mengenai Cara Budidaya Tanaman Kedelai Hasil Maksimal, baca juga info yang lainya seperti Cara Dan Teknik Budidaya Cabai Merah Hasil Maksimal sebagai sumber referensi untuk anda semuanya dalam melakukan usaha yang sedang anda tekuni, salam sukses untuk sobat semuanya.

SETIAP KALI

SETIAP KALI
Setiap kali aku ingin minum, selalu saja ada yg meradang kehausan,
Setiap kali aku ingin makan, selalu saja ada yang merintih kelaparan
Setiap kali aku ingin berdoa secara pribadi, selalu saja ada yang berharap ikut didoakan, agar dicukupi kebutuhannya, dipenuhi kepentingannya..

saya pun berbagi makan dan minum agar yang kehausan dan kelaparan disegarkan jasmaninya, lalu sayapun berdoa buat mereka hingga lupa haus dan lapar,

Lebih dari itu,  jiwaku senang jika mereka tercukupi dan dikenyangkan rohaninya, meskipun aku harus selalu mengabaikan doa untukku pribadi...

( Gusti Allah mboten sare )

Cara Dan Teknik Budidaya Cabai Merah Hasil Maksimal

Cara Dan Teknik Budidaya Cabai Merah Hasil Maksimal - Komoditas cabai saat ini menjadi komoditas sayuran yang permintaannya terus meningkat di pasaran. Karena buahnya selain dijadikan sayuran atau bumbu masak juga mempunyai kapasitas menaikkan pendapatan petani, sebagai bahan baku industri, memiliki peluang eksport, membuka kesempatan kerja serta sebagai sumber vitamin C. Setiap harinya, permintaan cabai merah terus meningkat. Harga yang relative tidak stabil, yang terkadang dapat melonjak tinggi dan terkadang menurun derastis. Apabila harganya sedang tinggi dikarenakan jumlahnya yang ada sedikit. Apabila dalam kondisi seperti ini akan menghasilkan keuntungan yang sangat tinggi.



BERIKUT CARA BUDIDAYA CABAI MERAH SELENGKAPNYA :

SYARAT TUMBUH :

1. Tanah
  1. Tanah berstruktur remah/ gembur dan kaya akan bahan organik.
  2. Derajat keasaman (PH) tanah antara 5,5 - 7,0
  3. Tanah tidak becek/ ada genangan air
  4. Lahan pertanaman terbuka atau tidak ada naungan.

2. Iklim
  1. Curah hujan 1500-2500 mm pertahun dengan distribusi merata.
  2. Suhu udara 16 - 32 C
  3. Saat pembungaan sampai dengan saat pemasakan buah, keadaan sinar
  4. matahari cukup (10 - 12 jam).

TEKNIK BUDIDAYA :

1. Persemaian
  • Kebutuhan benih setiap hektar pertanaman adalah 150 - 300 gram dengan daya tumbuh lebih dari 90 %.
  • Siapkan media semai dari tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1 yang dibuat bedengan setinggi 20 cm, lebar 1 m dan panjang 3-5 m serta diberi naungan dari jerami atau alang-alang/ daun kelapa.
  • Sebar benih secara merata atau ditebar dalam garikan dengan jarak antar garitan 5 cm dan ditutup tanah tipis-tipis lalu disiram. 
  • Pertahankan kelembaban tanah tetap baik agar biji cepat tumbuh
  • Setelah bibit berumur 10 hari, maka dilakukan pengkokeran untuk memudahkan penanaman dan mencegah kematian pada waktu tanaman dipindahkan. 
  • Sebagai koker dapat digunakan daun pisang , daun kelapa atau kantong plastik. 
  • Bibit yang telah dikoker ditempatkan dibawah naungan persemaian.
  • Sekitar lima hari sebelum bibit dipindahkan naungan pada persemaian dibuka atau dikurangi supaya bibit terbiasa kena sinar matahari.

2. Pengolahan Tanah
  • Satu minggu sebelum tanam lahan sudah siap, meliputi mencangkul/ bajak dan pembuatan bedengan.
  • Ukuran bedengan tinggi 30 cm, lebar 1-1,5 m dan panjang sesuai kebutuhan petakan dengan jarak antar bedengan + 30 cm.
  • Berikan pupuk kandang dengan dosis 20-30 ton/ ha.
  • Bila dipergunakan mulsa dari plastik dapat dipasang setelah dilakukan pemupukan pupuk kandang den bile dipergunakan mulsa dari limbah tanaman seperti dang-slang den sisa-sisa tanaman dapat diberikan setelah penanaman bibit.

3. Penanaman
  • Bibit dapat dipindahkan pada umur 28-35 hari setelah semai dengan daun 5 - 7 helai.
  • Pilih bibit yang tinggi den besarnya seragam. Tanam bibit dengan posisi tegak dan tekan sedikit tanah disekeliling batang tanaman.
  • Siram tanaman secukupnya setelah tanam den penyiraman berikutnya dilakukan 2 hari sekali bila tidak ada hujan.

4. Pemupukan

Diberikan dengan dosis den dengan aplikasi sebagai berikut:
  • Pupuk kandang 20 ton / ha
  • Aplikasi seminggu sebelum tanam.
  • Urea 150 kg/ ha, umur 3,6,9 minggu setelah tanam dengan dosis 1/3 setiap
  • aplikasi.
  • ZA 400 kg/ ha. Umur 3,6,9 minggu setelah tanam dengan dosis 1/3 setiap
  • aplikasi.
  • TSP 36 : 150 kg/ ha, aplikasi seminggu sebelum tanam.
  • KCL :100 kg/ ha, umur 3,6,9 minggu setelah tanam dengan dosis 1/3 setiap
  • aplikasi.
  • Untuk lebih meningkatkan hasil dapat diberikan pupuk pelengkap cair Tress dengan dosis 500 1/ ha, pada umur 20 hari setelah tanam. 
  • Umur 30 hari setelah tanam 500 liter /ha. 
  • Umur 40 hari setelah tanam 500 liter /ha dan 50 hari setelahtanam 500 liter /ha.

5. Pemeliharaan
  • Lakukan penyulaman bile ads tanaman yang mati pads pagi/ sore hari.
  • Pemasangan ajir dapat dilakukan pada saat penanaman atau setelah tanaman setinggi 30 s/d 50 cm dan langsung diikat, panjang ajir + 1,5 m.
  • Siangi pertanaman sebelum dilakukan pemupukan bila terdapat gulma.

6. Pengendalian Hama dan Penyakit

a. Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman cabe adalah hama kutu, daun persik, ulat, grayak, hama trips, penyakit busuk buah, bercak daun dan
busuk batang.

b. Penyakit Bercak Daun, Busuk Batang dan Busuk Buah digunakan Antracol, Dithane, M-45, Cupapit, Dipolatan AF.

7. Panen

Panenlah cabe, bila cabe warna buahnya lebih dari 60 % (Warna buah masihbelang hitam). Pemanenan dapat dilakukan setiap 3-5 hari sekali secara terus menerus sampai tanaman tidak menghasilkan. Sewaktu panen sertakan tangkai buahnya, lakukan secara selektif dan hati - hati agar bunga, buah agar batang tidak rontok/ rusak.


Itulah sedikit informasi budidaya yang dapat kami informasikan untuk anda semua yang kali ini mengulas mengenai Cara Dan Teknik Budidaya Cabai Merah Hasil Maksimal. Dan jangan lupa untuk anda membaca juga tentang Cara Mudah Budidaya Durian Montong Hasil Berkualitas sebagai tambahan info dan pengetahuan bagi anda semuanya dalam berbudidaya. Semoga Sukses

Cara Mudah Budidaya Durian Montong Hasil Berkualitas

Cara Mudah Budidaya Durian Montong Hasil Berkualitas - Pada Kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi bagi sobat semuanya mengenai Budidaya Durian Montong. Perhatikan informasi yang kami sampaikan dibawah ini sebagai pengetahuan anda semua dalam berbudidaya. Semoga dapat bermanfaat dan sebagai motivasi untuk anda dalam berusaha.

Tentu kita sudah akrab dengan buah durian. Buah yang memiliki rasa manis dan unik ini cocok dimakan langsung maupun dolah sebagai makanan maupun minuman. Dengan daging buah yang tebal dan manis, barang tentu siapa yang tidak tergiur untuk memakannya. Akan tetapi, bagi yang memiliki tekanan darah tinggi tidak boleh terlalu banyak makan buah yang satu ini. Permintaan dan Harga Durian Montong selalu tinggi sehingga memberikan keuntungan yang menggiurkan bagi siapa saja yang membudidayakan.



BERIKUT INI TIPS CARA BERBUDIDAYA DURIAN MONTONG : 

SYARAT TUMBUH :

Tanaman durian dapat tumbuh di dataran rendah atau tinggi, Tanaman durian tumbuh optimal pada ketinggian 50-600M diatas permukaan air laut. Tanaman ini menyukai daerah yang beriklim basah atau tempat-tempat yang banyak turun hujan. Jenis tanah yang baik untuk pertumbuhannya yaitu tanah yang lembap, subur, gembur, tak bercadas, dan kedalaman air tanahnya tidak lebih dari 1 m dan PH tanah 6-7.

PENYIAPAN LAHAN PERTANAMAN :

Lahan dibersihkan dari sisa-sisa tumbuhan dan gulma dengan cara mekanis atau kimiawai, tebang juga tanaman keras yang mengganggu masuknya sinar matahari. Pembukaan lahan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau, sehingga pada awal musim hujan sudah bisa dilakukan penanaman.
Di lahan seluas satu hektare (ha), para petani bisa menanam hingga 190 pohon. Setelah mencapai umur 3-4 th, durian ini bisa mulai dipanen. Satu pohon bisa menghasilkan 100 kilogram (kg) buah, dengan berat rata-rata satu buahnya mencapai 3-5 kg. Harga Buah Durian Montong di Pasaran bisa mencapai 25.000-30.000 per/kg.

LUBANG TANAM :

Buat lubang berbentuk bujur sangkar ukuran 50 atau 100cm. Tanah galian di campur dengan pupuk kandang matang 20kg kemudian tanah masukan kembali. Biarkan selama 1 minggu sebelum bibit di tanam tujuanya untuk menggemburkan tanah sehingga pengakaranya lebih bagus dan kuat.

Jarak tanam 7 x 7 Meter atau 10 x 10 Meter.

PENANAMAN :

Penanaman ideal adalah pada awal musim hujan. Gali lubang sesuai dengan ukuran polibeg. lepas polibeg menggunakan cutter atau silet usahakan tanah yang di polibeg jangan sampai lepas. Masukan bibit kurang lebih sedalam 20 cm, lalu timbun dengan tanah setinggi leher akar kemudian Siram air secukupnya. Tujuan dari cara tanam yang di tinggikan ini adalah supaya tumbuh akar di atas permukaan tanah. sehingga pohon dan perantinganya akan lebih bagus.

PEMELIHARAAN :

Biaya perawatan / Pemeliharaan kebun durian ini berkisar Rp 200.000 hingga Rp 300.000 setiap pohon per tahun.

1. Pengairan

Pengairan dilakukan sejak awal pertumbuhan sampai tanam berproduksi. Pada waktu berbunga, penyiraman dikurangi dan penyiraman paling baik pada pagi hari.

2. Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan terhadap tunas-tunas air, cabang atau rantingnya yang sudah mati dan terserang hama penyakit, serta ranting-ranting yang tidak terkena sinar matahari. Pemangkasan juga bertujuan untuk membentuk tanaman mencapai ketinggian tertentu 4-5 m pucuk tanaman dipangkas.

3. Pemupukan

Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk organik. Dosis dan jenis pupuk tergantung pada jenis dan kesuburan tanah atau sesuai rekomendasi setempat pemupukan sejak awal pertumbuhan sampai tahun ke 3 dengan pupuk NPK yang kadar N tinggi. pemupukan pupuk kandang dilakukan sekali atau dua kali dalam setahun pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau. Sedangkan pupuk makro sesuai dengan umur tanaman. Caranya dengan menaburkan memutar sesuai dengan lebar pendeknya tajuk tanaman. Dosis pupuk kandang yang dianjurkan tergantung umur tanaman, misalnya 50 kg / pohon ( umur 1 tahun ), 70 kg / pohon ( umur 2 tahun ), setiap tahun dosis di tingkatkan hingga mencapai 300 kg / pohon pada umur 10 tahun. Sedangkan pupuk anorganik dianjurkan menggunakan NPK.

4. Merangsang Pertumbuhan Bunga

Pertumbuhan bunga pada tanaman durian dapat dirangsang selain dengan penggunaan pupuk NPK, juga dapat dilakukan dengan memberikan hormon tertentu seperti yang dilakukan di Malaysia dan Thailand. Zat yang bisa di berikan antara lain adalah : Paclobutrasol, zat ini sebenarnya menghambat pertumbuhan daun dan merangsang pertumbuhan bunga. Karena itu bila di berikan secara tepat juga bisa meningkatkan produksi durian.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT :

1. Penggerek Batang

Kerusakan : menyerang dengan cara membuat lubang pada batang, dahan, atau ranting tanaman durian. Serangannya di tandai dengan kotoran dan cairan berwarna merah dari bekas kayu yang di makan oleh penggerek tersebut, akibatnya tanaman menjadi layu, daun - daun menjadi kering dan rontok akhirnya tanaman bisa mengalami kematian.

Pengendalian :

a. Menjaga sanitasi kebun
b. Menutup bekal lubang penggerek dengan kapas yang sudah di beri insektisida sismetik.
c. Memotong dan memusnahkan bagian tanaman yang terserang.
d. Meninjeksi tanaman dengan insektisida sismetik melalui akar atau dahan.

2. Penggerak Buah ( Tirathaba ruptilinea, hypoperigea leprosticta, dan Dacus dorsalis )

Kerusakannya menyebabkan buah menjadi busuk dan kerulat dan akhirnya rontok, buah yang terserang umumnya tidak bisa di makan. Tirathaba ruptilineae merusak dengan melubangi kulit durian sampai daging dan bijinya. Hypoperigea Leprosticta melubangi buah durian untuk mencari makan sehingga buah busuk dan rontok, dan Dacus dorsalis menyerang buah durian dengan cara menyuntikan telurnya ke dalam kulit buah sehingga menyebabkan kebusukan dan kerontokan.

Pengendaliannya :

a. Menyemprotkan Insektisida sisitemik sejak buah berumur satu minggu dengan dosis dan interval         sesuai petunjuk di kemasan.
b. Menggunakan perangkap yang berbahan aktif methyl eugenol seperti M antraktan.

PANEN :

a. Waktu panen

Waktu panen berbeda tergantung jenis varietas.jenis monthong sekitar 125 - 135 hari setelah mekar. Buah durian mengalami tingkat kematangan sempurna setelah empat bulan setelah mekar. Waktu petik berdasar tanda - tanda fisik, missal ujung dari coklat tua, garis - garis di antara duri lebih jelas, tangkai buah lunak dan mudah dibengkokan, ruas-ruas tangkai buah membesar, baunya harum, terdengar bunyi kasar dan bergema jika buah dipukul.

b. Cara panen

Cara penen dengan memetik atau memotong buah dipohon dengan pisau atau galah berpisau. Bagian yang dipotong adalah tangkai buah dekat pangkal batang dan usahakan buah durian tidak sampai terjatuh karena mengurangi kualitas buah.

Demikian yang dapat kami berikan untuk sodara semua yang kami ini mengulas mengenai Cara Mudah Budidaya Durian Montong Hasil Berkualitas. Kami berharap informasi diatas tadi dapat bermanfaat dan berguna bagi anda yang membutuhkan. Dan sekiranya anda masih membutuhkan informasi budidaya yang lain anda dapat membaca Cara Mudah Budidaya Ayam Potong Cepat Besar. Terima kasih atas kunjungannya

SULUK PLENCUNG

SULUK PLENCUNG


Goro-goro tanpa jejer punakawan wus dumadi ing nagri tanpa tuwan. Lindhu gedhe makaping-kaping esuk, sore, awan lan ing tengahing wengi gugah-gugah urip, uriping manungsa. Elik-elik ing talingan ati murih aririh padha elinga mring Sang Hyang Maha Kawasa. Ujare wara tapa donya iki wis sansaya tuwa, isen-isene weweg kebak memala suker. Mula lumrah manawa bumi obah njaluk banyu suci minangka pangruwating sukerta.

Ora susah was sumelang, dawane urip kena diwilang, abange getih iku nyilih, nyawa sadrema gadhuhan, palungguhan lan rejeki iku potangan, sing utama taberi ngibadah aja nganti belang-belang.

Mugya sesuk isih ana srengenge, supaya aku isih semengka nyaur pundhat utangku marang Gustiku. Ayo ayo aja endha, aja semaya,aja cidra apa maneh sulaya. Etung-etungan ing tembe wuri iku ora wola-wali nanging pesthi lan permati. Sapa lena bakal kapralaya, ilang kapracondhang dadi awu lan intiping nraka, ora ana kang bisa suwala

wis tekan jamane

wis tekan jamane
wis tekan jaman makmur, murah sandhang murah pangan. Saiki angel mbedakake antarane wong sugih kalayan wong mlarat menawa amung katitik saka sandhangan penganggo lan kecukupane pangan. Jalaran sandhangan saiki wis apik-apik, pangan uga gamnpang werna-rupa kabeh ana kari milih.
Sing mesakake iku malah uripe wong sing wis cukup nanging nggrangsang tansah ruamangsa kurang , lakune ethok ethok dadi wong kesrakat, senenge menawa nampa lan diwenenhi dum-duman, kepara njaluk akeh utawa melu rebutan ora gelem kalah apa maneh ngalah, iki sejatine sing jenenge wong mlarat jroning batin....Sugeng siang para kadang....

Cara Mudah Budidaya Ayam Potong Cepat Besar

Cara Mudah Budidaya Ayam Potong Cepat Besar - Ayam Potong adalah sejenis unggas yang biasa di pelihara manusia guna untuk di manfaatkan buat keperluan hidup, Ayam peliharaan merupakan keturunan lansung dari salah satu Subspesiaes ayam hutan yang di kenal sebagai ayam hutan merah atau ayam bangkiwa (bankiva fowi). Kawin saling santarras ayam telah menghasilkan ratusan Galur unggul atau galur murni dengan Bermacam-macam fungsi, yang paling umum adalah Ayam potong, (Untuk dipotong) dan ayam petelur, untuk (Diambil telurnya). Ayam biasa dapat juga di kawin silang dengan kerabat dekatnya, (Ayam hutan hijau) yang menghasilkan hibrida mandul yang jantanya di kenal sebagai ayam Bekisar.



a. Sejarah singkat Budidaya Ayam Ras Pedaging (Broiler)

Ayam ras pedaging tersebut, sama juga dengan Broiler. Yang merupakan jenis ras unggulan hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki saya produktifitas yang tinggi. Yang paling utama dalam memproduksi daging ayam. Sebenarnya ayam broiler tersebut baru saja populer di negara indonesia sejak tahun 1980-an, dimana pemegang perusahaan mencanangkan penggalakan komsumsi daging ruminansia yang pada saat itu sangat sulit keberadaanya. Hingga saat ini broiler telah sangat di kenal oleh masyarakat indonesia dengan dengan berbagai kelebihan. Hanya sampai 5-6 minggu lamanya sudah bisa di panen. Dalam waktu pemeliharaan yang relatif singkat dan menguntungkan. Maka dari itu banyak peternak baru serta peternak musiman yang telah bermunculan di berbagai wilayah Indonesia.

b. Sentra Perikanan

Ayam telah di kembagkan sangat pesat di setiap negara, Di negara Indonesia usaha ternak ayam pedaging juga telah di jumpai di setiap Propinsi Indonesia.

c. Jenis

Dengan berbagai macam strain ayam ras pedaging yang telah beredar luas di pasaran, Peternak tidak perlu risau dalam menentukan pilihan, Sebab, Semua jenis train yang telah beredar memiliki daya produktifitas relatif sama artinya seandinya terdapat perbedaan. Dalam perbedaan tidak menyolok atau sngat kecil sekali. Dalam menetukan pilihan strain apa yang hendak di pelihara. Para peternak dapat meminta daftar Produktifitas atau prestasi bibit yang di jual di Poultry Shoup. Adapun jenis strain ayam ras pedaging yang banyak beredar di pasaran adalah : (Super 77, Tegel 70, ISA, Kim cross, Lohman 202, Hyline, Vdett, Missouri, Hubbard, Shaver Starbro, Pilch, Yabro, Goto, Arbor arcres, Tatum, Indian river, Hybro, Cormish, Brahma, Langshans, Hypeco-broiler, Ross, Narshall"m", Euribrid, AA 70, H&N, Sussex, Bromo, CP 707, Dan yang lainya.

d. Manfaat

Manfaat dari beternak ayam ras pedaging antara lain, Seperti berikut:
  1. Tabungan di hari tua
  2. Mencukupi kebutuhan keluarga (Profit motif )
  3. Penyediaan kebutuhan protein hewani.
  4. Pengisi waktu luang di masa pensiunan.
  5. Pendidikan dan latihan (Diklat) Keterampilan di kalangan remaja.

e. Persyaratan Lokasi

Lokasi terpilih bersifat menetap, yang artinya tidak mudah terganggu oleh Keperluan-keperluan yang lain selain untuk usaha peternakan, (Budidaya Ayam Ras Pedaging / Broiler).
Lokasi mudah terjangkau dari Pusat-pusat pemasaran.
Dan lokasi yang cukup jauh dari Keramaian atau perumahan penduduk.

f. Pedoman Teknis Budidaya

Sebelum usaha beternak akan di mulai, Seorang peternak wajib memahmi dalam 3 hal unsur produksi yaitu:
  1. Manajemen (Pengelolaan usaha peternakan).
  2. Breeding (Pembibitan).
  3. Feeding (Makanan ternak/pakan).

PERSIAPAN SARANA DAN PRASARANA :

Perkandangan sistem perkandangan yang ideal untuk usaha ternak ayam ras meliputi seperti berikut :
  1. Persyaratan temperatur berkisar antara 32,2-35 derajat C.
  2. Kelembaban sekitar antara 60-70%, Dan penerangan/pemanasan kandang sesuai dengan aturan yang telah ada.
  3. Tata letak kandang agar mendapat sinar matahari pagi dan tidak melawan arah mata angin kencang, Dan model kandang di sesuaikan dengan umur ayam.
  4. Untuk anak ayam yang berumur 2 minggu atau 1 bulan hendaklah memakai kandang box, Dan untuk anak ayam remaja 1-2 dan 3 bulan memakai kandang box yang di besarkan, Dan untuk ayam dewasa bisa dengan kandang postal atau kandang bateray.
  5. Untuk kontruksi kandang tidak harus dengan bahan yang berharga mahal, yang penting kuat bersih dan tahan lama.

BIBIT :

Bibit mempunyai kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha peternakan. Bibit ayam kampung (DOC) dapat diperoleh dengan cara: dengan membeli DOC ayam kampung langsung dari pembibit, membeli telur tetas dan menetaskannya sendiri, atau membeli indukan untuk menghasilkan telur tetas kemudian ditetaskan sendiri baik secara alami atau dengan bantuan mesin penetas. Kami tidak akan menguraikan sisi negatip dan positif cara mendapatkan DOC ayam kampung karena akan memerlukan halaman yang panjang nantinya. Secara singkat DOC ayam kampung yang sehat dan baik mempunyai kriteria sebagai berikut: dapat berdiri tegap, sehat dan tidak cacat, mata bersinar, pusar terserap sempurna, bulu bersih dan mengkilap, tanggal menetas tidak lebih lambat atau cepat.

PAKAN :

Kita ketahui bersama bahwa pakan mempunyai kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha. Pakan untuk ayam kampung pedaging sebenarnya sangat fleksibel dan tidak serumit kalau kita beternak ayam pedaging, petelur atau puyuh sekalipun. Bahan pakan yang bisa diberikan antara lain: konsentrat, dedak, jagung, pakan alternatif seperti sisa dapur/warung, roti BS, mie instant remuk, bihun BS, dan lain sebagainya. Yang terpenting dalam menyusun atau memberikan ransum adalah kita tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi ayam kampung yaitu protein kasar (PK) sebesar 12% dan energi metabolis (EM) sebesar 2500 Kkal/kg.

Jumlah pakan yang diberikan sesuai tingkatan umur adalah sebagai berikut :
  1. 7 gram/per hari sampai umur 1 minggu
  2. 19 gram/per hari sampai umur 2 minggu
  3. 34 gram/per hari sampai umur 3 minggu
  4. 47 gram/per hari sampai umur 4 minggu
  5. 58 gram/per hari sampai umur 5 minggu
  6. 66 gram/per hari sampai umur 6 minggu
  7. 72 gram/per hari sampai umur 7 minggu
  8. 74 gram/per hari sampai umur 8 minggu

Sedangkan air diberikan secara ad libitum (tak terbatas) dan pada tahap-tahap awal pemeliharaan perlu dicampur dengan vitamin+antibiotika.

TEKNIS PEMELIHARAAN

1. Minggu Pertama (hari ke-1-7). Kutuk/DOC dipindahkan ke indukan atau pemanas, segera diberi air minum hangat yang ditambah POC NASA dengan dosis + 1 – 2 cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan dosis + 1 cc/liter air minum/hari dan gula untuk mengganti energi yang hilang selama transportasi. Pakan dapat diberikan dengan kebutuhan per ekor 13 gr atau 1,3 kg untuk 100 ekor ayam. Jumlah tersebut adalah kebutuhan minimal, pada prakteknya pemberian tidak dibatasi. Pakan yang diberikan pada awal pemeliharaan berbentuk butiran-butiran kecil (crumbles). Mulai hari ke-2 hingga ayam dipanen air minum sudah berupa air dingin dengan penambahan POC NASA dengan dosis 1 – 2 cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari (diberikan saat pemberian air minum yang pertama). Vaksinasi yang pertama dilaksanakan pada hari ke-4.

2. Minggu Kedua (hari ke 8 -14). Pemeliharaan minggu kedua masih memerlukan pengawasan seperti minggu pertama, meskipun lebih ringan. Pemanas sudah bisa dikurangi suhunya. Kebutuhan pakan untuk minggu kedua adalah 33 gr per ekor atau 3,3 kg untuk 100 ekor ayam.

3. Minggu Ketiga (hari ke 15-21). Pemanas sudah dapat dimatikan terutama pada siang hari yang terik. Kebutuhan pakan adalah 48 gr per ekor atau 4,8 kg untuk 100 ekor. Pada akhir minggu (umur 21 hari) dilakukan vaksinasi yang kedua menggunakan vaksin ND strain Lasotta melalui suntikan atau air minum. Jika menggunakan air minum, sebaiknya ayam tidak diberi air minum untuk beberapa saat lebih dahulu, agar ayam benar-benar merasa haus sehingga akan meminum air mengandung vaksin sebanyak-banyaknya. Perlakuan vaksin tersebut juga tetap ditambah POC NASA atau VITERNA Plus dengan dosis tetap.

4. Minggu Keempat (hari ke 22-28). Pemanas sudah tidak diperlukan lagi pada siang hari karena bulu ayam sudah lebat. Pada umur 28 hari, dilakukan sampling berat badan untuk mengontrol tingkat pertumbuhan ayam. Pertumbuhan yang normal
mempunyai berat badan minimal 1,25 kg. Kebutuhan pakan adalah 65 gr per ekor atau 6,5 kg untuk 100 ekor ayam. Kontrol terhadap ayam juga harus ditingkatkan karena pada umur ini ayam mulai rentan terhadap penyakit.

5. Minggu Kelima (hari ke 29-35). Pada minggu ini, yang perlu diperhatikan adalah tatalaksana lantai kandang. Karena jumlah kotoran yang dikeluarkan sudah tinggi, perlu dilakukan pengadukan dan penambahan alas lantai untuk menjaga lantai tetap kering. Kebutuhan pakan adalah 88 gr per ekor atau 8,8 kg untuk 100 ekor ayam. Pada umur 35 hari juga dilakukan sampling penimbangan ayam. Bobot badan dengan pertumbuhan baik mencapai 1,8 – 2 kg. Dengan bobot tersebut, ayam sudah dapat dipanen.

6. Minggu Keenam (hari ke-36-42). Jika ingin diperpanjang untuk mendapatkan bobot yang lebih tinggi, maka kontrol terhadap ayam dan lantai kandang tetap harus dilakukan. Pada umur ini dengan pertumbuhan yang baik, ayam sudah mencapai bobot 2,25 kg.


Sekiranya begitulah sedikit informasi budidaya dari kami diatas mengenai Cara Mudah Budidaya Ayam Potong Cepat Besar. Kunjungi juga informasi budidaya kami yang lainya tentang Cara Dan Tips-Tips Ternak Burung Murai Hasil Berkualitas. Kami berharap informasi diatas tadi dapat bermanfaat dan berguna bagi anda yang membutuhkan. Sukses selalu dan Terima kasih